Cari

Ahad, 14 Disember 2008

HAMPIR SETAHUN LEBIH AKU TAK UPDATE BLOG AKU NI..
MAAFLAH..
AKU TERAMATLAH BZ (SEPERTI BIASA..HEHEHE)
HAMPIR SETAHUN JUGA BAND AKU GREEN PAVER TOUR DI INDONESIA KAN..
HMM...BARU SEKARANG AKU JUMPA BUDAK2 REVIEW PASAL TOUR NI..
BACALAH K...
OWH YA..
GREEN PAVER JUGA SUDAH RELEASE ALBUM PERTAMA..
SO SESIAPA YANG NAK ALBUM NI..
BOLE LA DAPAT KAN DGN HUBUNGI DRG KAT MYSPACE..ATAU BOLE CALL/SMS AKU YA.. DI NO..012-2803520 OR MANA2 NO YANG KORANG ADE K..
:)
THANKS..


Teks : Endy LFR & Yuri
Setelah sukses menggelar gigs-gigs local indie dibeberapa kota besar dengan frekuensi weekly maupun monthly kali ini Evonica mencoba membuat suatu terobosan promo untuk band-band indie dengan menggelar Tour di 5 kota secara bertahap (Jakarta, Semarang, Solo, Jombang dan Bali). Tour yang diberi tajuk “ EVONICA bus tour Chapter #1 “Tripshow De` Java-Bali” ini dibuat selain sebagai langkah promo&menguatkan keeksistensian band-band indie local maupun internasional didunia musik juga untuk memperingati kemerdekaan NKRI tercinta yang ke 62 tahun. Sebanyak 8 band turut ambil bagian pada Evonica Tour Chapter #1 kali ini, diantaranya dari Jakarta : efek rumah kaca, Dear Nancy dan The Kucruts. Bogor : Douet Mauet`s, Liebe dan Reid Voltus serta tak lupa 2 band indie dari negeri tetangga Malaysia yaitu : Love As Arson dan Green Paver. Gigs pertama digelar 15 Agustus 2k7 di TIME OUT Café Pasar Festival Kuningan Jakarta, gigs ini lebih mengarahkan kepada band-band yang ikut serta dalam Evonica Tour kali pertama ini untuk lebih saling mengenal satu dengan lainnya karena memang band-band yang ikut berbeda scene dan area. Tepat pukul 20.00wib gigs dimulai, berturut-turut Reid Voltus, Douet Mauet`s, Liebe, Dear Nancy, Love As Arson, efek rumah kaca dan ditutup oleh The Kucruts membakar suasana malam hari itu sampai-sampai hujanpun urung turun dikawasan Kuningan Jakarta. Sayang pada tour gigs pertama ini Green Paver (Malaysia) tidak bisa meramaikan suasana malam itu karena flight schedule yang tidak memungkinkan.
Tepat pukul 03.00WIB, 16 Agustus 2007 rombongan Evonica Bus Tour Chapter #1 bertolak kekota kedua yaitu Semarang. Perjalanan panjang didalam bus yang melelahkan tidak membuat rombongan terlihat lelah, malah sebaliknya mereka begitu bersemangat untuk siap-siap membakar kota Semarang. Semarang Gawat, slogan itu yang menjadi yel yel indie community semarang malam itu sebagai lanjutan rangkaian Evonica tour Chapter #1 yang kali ini menyambangi semarang setelah pada malam sebelumnya menghentak Jakarta. Love as Arson, Dearnancy, Efek Rumah Kaca, Liebe, Green Paver, Reid Voltus, The Kucruts, Douet Mauet`s serta the best local band semarang meluluh lantakkan atap Retro yang pada minggu sebelumnya di buat sebuah tribute Oasis oleh Oditalk satu indie community garapan Garna, Brewok, Putu serta indiemovement semarang. Acara yang nyaris sempurna itu merupakan secret show yang sangat ajaib karena hanya memerlukan persiapan 3 jam 30 menit. Rangkain tour Evonica tersebut memang sebelumnya direncakan berlangsung di SMA 6 Semarang, berhubung sesuatu dan lain hal acara tersebut harus di stop oleh Kepala sekolah. Tetapi tak hilang semangat dan inilah yang kami temukan di scene semarang, the real spirit indie. Tepat pukul 00.00 acara sempat terhenti untuk sekedar mengenang pejuang-pejuang Indonesia yang pada 62 tahun lalu telah memberikan kemerdekaan bagi kita. Dan selanjutnya acara di lanjutkan dengan penampilan local band terakhir serta dibarengi peluk haru dari semua orang yang hadir di retro. Thanx ODITALK !we need your hand.

17 Agustus 2007 pukul 04.00wib, perjalanan tour dilanjutkan. Solo menjadi Kota ketiga yang dijambangi oleh band-band asal Jakarta, Bogor dan Malaysia dalam rangakian Evonica tour Chapter #1. Pukul 6.00 rombongan tiba di kota Solo yang mempunyai slogan :” Solo Kota Budaya” setelah sehari sebelumnya rombongan menghentak Semarang. Dikota Solo Evonica dibantu oleh EO Lokal Solo yang sangatlah handal The ThINK yang dikomandani Mas Aji, Uka,dll. Venue dan tajuk acara kali ini adalah “ God Save The Pop” diPipas (Puri Parisuko) Bar Lor In Hotel Solo. Sebelum melakukan pertunjukan, rombongan melakukan sesi interview dengan 2 radio solo diantaranya soloradio dan Prambors Solo. Terima kasih untuk Tria Soloradio dan Adia Prambors Solo yang sudah mensupport kami. Sesi interview di soloradio dilakukan pukul 14.00-16.00 dan rombongan langsung bertolak untuk melakukan sesi interview di Prambors solo pukul 16.00-17.00. Perjalanan dilanjutkan menuju gigs venue. wHaaaaaaaaaaaa.....great places!! Itulah yang bisa diungkapkan untuk menggambarkan tempat acara. Antusiasme yang sangat besar ditunjukan oleh para indie mania solo. Open gate acara dibuka pukul 21.00. Green Paver, Reid Voltus, Liebe, Carment (Solo), efek rumah kaca, Love As Arson, The Kucruts, Dear Nancy, dan Douet Mauet`s menghentak dan menghibur para indie mania Solo.

Setelah beristirahat satu malam di Solo. Pagi hari18 Agustus 2007, rombongan melanjutkan perjalanan ke kota ke-4 yaitu Jombang. Spektakuler kata pertama yang bisa terucap. Mungkin terlihat biasa bagi band-band terkenal seperti Dewa atau Ungu band, tetapi itu menjadi luar biasa bagi band-band yang masih asing bagi kalangan musik Jombang yang notabenya masih awam dengan kehadiran musik indie. Kapasitas venue 5.000 orang hampir semua sudut terpenuhi. Tak ada ruang sedikitpun yang tersisa. Sound berkekuatan 40 ribu watt yang disediakan pihak Multi Creative Production satu EO yang membantu Evonica mengorganize event tersebut semakin megah menghentak. Alun-alun yang menjadi pusat kota dan titik temu para muda jombang tumpah ruah di malam minggu itu. Keributan2 kecil terlihat mewarnai setiap band yang tampil sehingga aparat agak sedikit kerepotan untuk melerai adu jotos tersebut. Diawali dengan penampilan Douet Mauet`s yang sangat atraktif dengan hanya 2 personel tetapi sound yang dihasilkan sangat oke banget membuat sebagian penonton terheran-heran meski terlihat suasana masih adem dan belum banyak yang memberanikan diri stay didepan stage. Selanjutnya giliran Reid Voltus meraung-raungkan stage yang masih dingin, band asal bogor yang terinfluence sonicyouth ini makin membuat penonton terbengong-bengong. Musik2 yang mungkin tak biasa mereka dengar makin membuat suasana agak makin dingin. MC yang tampil sangat bersemangat agaknya sedikit membuat penonton agak merangsek ke depan stage. Giliran Love as Arson asal Malaysia menjadi band berikutnya, musik emo yang mereka usung agaknya bisa membuat adrenalin anak muda jombang terbakar. Barisan depan stage mulai merapat dan tanpa di komando mereka bermoshing2 sambil sesekali mengibarkan bendera slankers yang sepertinya menjadi icon para muda jombang, apreciate yang diberikan sangat euforia. Belum selesai penonton terhentak oleh penampilan Love As Arson, selanjutnya disusul The Kucruts, band manual elektronik ini cepat mendapat tempat di telinga audience, aksi-aksi jenaka Omo sang vocalis sangat menghibur kurang lebih 5000 penonton yang hadir tak kurang bupati jombang pun terlihat senyum melihat penampilan The Kucruts. Akhirnya penampilan dapat diredam dengan lirik-lirik pilu dari efek rumah kaca yang sangat menyejukkan hati. Dilanjutkan dengan aksi Green Paver, band ke-2 asal Negeri Jiran Malaysia, terlihat antusiasme penonton masih dalam puncaknya. Semakin malam, penonton semakin memadati alun-alun Jombang malam itu. Dear Nancy band Folks Jakarta menghangatkan suasana ramai malam itu, dikomandani Wemmy terlihat dia sangat interaktif berkomunikasi dengan penonton..... band rombongan Evonica tour yang menjadi penutup malam itu adalah Liebe dari Bogor..penonton terhibur dengan lirik-lirik yang sudah familiar dikalangan umum. Acara masih belum selesai karena band-band Lokal Jombang menjadi penutup acara spektakuler malam minggu itu.

19 Agustus 2007, Bali menjadi last gigs dari rangkaian Evonica Bus Tour Chapter #1. Perjalanan panjang Jombang-Banyuwangi-Gilimanuk, menyeberangi pulau dengan feri menjadi pengalaman yang tak terlupakan oleh para tiap-tiap personil band. Pukul 20.00WITA, The Wave Kuta Bali menjadi pengalaman manggung untuk kali pertama bagi tiap-tiap band. Evonica dibantu Futurica untuk menyukseskan event Bali kali ini. Sebanyak 11 band turut andil menghangatkan suasana dingin Bali malam itu. Penampilan pertama malam itu di buka oleh band lokal Bali yaitu Band Indonesia, Gregory The Stranger, De Buntu. Kemudian Reid Voltus dari Bogor meneruskan acara malam itu. Microbot band pop elektronik dari Bali sedikit mengajak audiens untuk berdansa. Selanjutnya efek rumah kaca dari Jakarta menenangkan audiens untuk semakin mendekat ke bibir panggung. Lantunan Suara Khas Holil dan Lirik-lirik lagu yang menyayat hati membuat bulu kuduk bergidik mendengar efek rumah kaca. Malam yang semakin larut dan hembusan angin pantai yang dingin waktu itu tidak membuat audiens berhenti disitu saja. Malahan sebaliknya, Liebe dari Jakarta memberikan suasana berbeda dengan single-single yang dibawakan. Douet Mauet`s dari Bogor semakin membuat audiens berdesakan didepan panggung. Selanjutnya giliran Dear Nancy band folks dari Jakarta mengajak bergoyang kanan-kiri dengan single-single e.p mereka yang bertitel “My Little Story”. Dear Nancy juga sempat mengcover lagu band legendaris The Beatles yang berjudul “Here Come The sun” yang membuat beberapa audiens bernostalgia malam itu. Penampilan berikutnya Love As Arson dari Malasyia dengan teriakan-teriakan screamous-nya. Penonton semakin bermoshing gila menyambut hentakan double pedal Love As Arson. Acara malam itu ditutup dengan penampilan dari The Kucruts band asal Jakarta. Dengan celotehan canda dari sang vokalis Omo membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Dentuman beat disko ala The Kucruts mengguncang seluruh audiens yang datang untuk berdansa bersama. Dijeda lagupun tak ada waktu untuk penonoton mengalihkan penglihatan dari The Kucruts. Karena band tersebut telah “menyihir” orang-orang di Bali untuk berdansa. Malam yang sangat cerah waktu itu karena dipenuhi senyum dan tawa. Akhirnya hembusan angin dan aroma pantai mengantar semua pengunjung ketempat tinggal masing-masing. Keesokan harinya band-band melakukan sesi interview dengan 4 local radio Bali. Sungguh imajinasi yang jadi kenyataan bagi tiap-tiap personal, perjalananpun berlanjut menuju Jakarta untuk melanjutkan rutinitas hidup yang pastinya terus berjalan mengikuti waktu yang semakin sempit. Jumpa lagi di Evonica Bus Tour Chapter #2. Cheers…Matur Suksma

Endy LFR

Tiada ulasan: